Home PKS Cilacap News Menapaki Terjal Gunung Kembang, Meneguhkan Persaudaraan dalam Langkah Dakwah

Menapaki Terjal Gunung Kembang, Meneguhkan Persaudaraan dalam Langkah Dakwah

33
0

Cilacap – Kabut tipis mulai turun ketika puluhan relawan memanggul ransel mereka dari Basecamp Kasiyan, Wonosobo, Jumat (26/6/2026) sore. Jarum jam menunjukkan pukul 15.30 WIB. Di hadapan mereka terbentang jalur menanjak yang panjang, dingin pegunungan yang perlahan menusuk, serta perjalanan menuju Puncak Gunung Kembang di ketinggian 2.340 meter di atas permukaan laut.

Namun, tujuan mereka bukan sekadar menaklukkan gunung.

Lebih dari 90 peserta yang tergabung dalam Pandu Keadilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari empat kabupaten di wilayah eks Karesidenan Banyumas—Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara—berkumpul dalam Pendakian Lintas Relawan Banyumas Raya yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (26-27/6/2026).

Mengusung tema “Melangkah Bersama, Menggapai Puncak, Menjaga Persaudaraan”, perjalanan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menikmati keindahan ciptaan Allah SWT, sekaligus menguatkan ukhuwah antarsesama relawan dalam sebuah petualangan yang penuh makna.

Sepanjang perjalanan, para peserta disuguhi beragam lanskap yang memanjakan mata. Jalur demi jalur harus dilalui mulai dari Pos Watu Kelir, Pos Ekor Naga, kawasan hutan pinus, hamparan kebun teh, hutan lumut yang sejuk, Kandang Celeng, area camp Naga Bonar, hingga akhirnya mencapai puncak Gunung Kembang.

Meski panorama alam begitu memukau, setiap langkah tetap membutuhkan perjuangan. Tanjakan yang curam, medan berbatu, udara dingin, serta perjalanan melewati sepuluh pos menjadi ujian kesabaran dan kekompakan seluruh peserta.

Koordinator Pendakian, Fathurrahman, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rekreasi, tetapi juga wadah tadabbur alam dan sarana mengaji sekaligus mengkaji dalam suasana yang berbeda.

“Selama ini kajian lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. Kali ini kami ingin menghadirkan suasana baru. Alam menjadi ruang belajar yang menguatkan ruh para peserta,” ujarnya.

Menurutnya, setiap tanjakan menyimpan pelajaran kehidupan. Jalur yang terjal mengajarkan bahwa perjuangan tidak selalu mudah. Begitu pula dalam dakwah, tidak semua jalan akan terasa indah dan ringan.

“Pendakian ini menjadi refleksi bahwa untuk mencapai puncak diperlukan perjuangan, kesabaran, dan ketekunan. Puncak adalah simbol kemenangan yang hanya dapat diraih dengan ikhtiar bersama,” katanya.

Semangat kebersamaan benar-benar terasa sepanjang perjalanan. Saat langkah mulai melambat karena kelelahan, tangan-tangan lain sigap membantu. Ketika napas mulai tersengal, kalimat penyemangat terus mengalir dari sesama pendaki. Tidak ada yang berjalan sendiri.

Pengalaman itu begitu membekas bagi Haidar dan Mursi, kakak beradik asal Cilacap yang baru pertama kali mendaki gunung.

Bagi mereka, setiap langkah menuju puncak menjadi pengalaman yang luar biasa sekaligus tak terlupakan.

“Terima kasih kepada seluruh pendamping dan panitia yang telah mendampingi kami selama perjalanan. Pendakian pertama ini memberikan banyak pelajaran, bukan hanya tentang gunung, tetapi juga tentang kebersamaan dan saling menguatkan,” ungkap mereka.

Pendakian Gunung Kembang akhirnya bukan sekadar cerita tentang menaklukkan ketinggian. Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa persaudaraan dibangun melalui langkah-langkah kecil yang ditempuh bersama, saling menjaga di tengah keterbatasan, dan saling menguatkan saat menghadapi tantangan.

Sebab, sebagaimana sebuah pendakian, perjalanan dakwah pun tidak selalu mudah. Ada jalan yang menanjak, ada dingin yang menggigit, bahkan ada saat-saat ketika tenaga hampir habis. Namun selama langkah terus disatukan dalam ukhuwah, setiap perjalanan akan selalu memiliki harapan untuk sampai di puncak.

#pkscilacap #pandukeaadilan